Senin, 22 Juni 2009

Aku

Aku seorang ibu yang juga seorang pengajar di salah satu perguruan tinggi negeri di Ciputat, Jakarta. Suamiku seorang Chemical Engineering yang punya hobi bikin kue. Aku punya 2 anak yang manis dan lucu, anak pertamaku perempuan yang kami beri nama Annisa Nur Shabrina yang kini berusia 6 tahun, dan anak kedua ku seorang jagoan yang bernama Haykal Irfan Naufal. O, ya untuk nama depan Haykal kami peroleh saat kami ke Yogyakarta dengan pesawat yg sekarang sudah di tutup pemerintah karena sering banyak kecelakaan. Sang pilot bernama Kapten Haykal. Kami yang sedang kebingungan cari satu suku kata lagi untuk nama anak ke dua kami, saat di umumkan nama sang kapten berpikir bahwa nama ini bagus banget, dan sebagai kenang-kenangan maka kami berikan nama itu sebagai nama depan anakku.
Aku berasal dari Jawa tepatnya Wates, Kulon Progo. Aku menempuh penddikan dasar dan menengah di kota kelahiranku. Pendidikan tinggi aku jalani di Universitas Indonesia, Jakarta yang berada di Depok, Fakultas MIPA jurusan Biologi. Setelah menyelesaikan S1, aku bekerja sebagai guru di sebuah SMA swasta yang ada di Bogor (BBS= Bina Bangsa Sejahtera). Selama 7 tahun aku menjalani profesiku sebagai guru. Banyak sekali suka dan duka selama menjadi guru, dan itu tak kan terlupakan. Dan sampai saat ini aku masih menjalin hubungan dengan teman-teman di sekolah.
Setahun setelah menikah dengan suamiku, ada lowongan kerja sebagai PNS dosen di UIN Jakarta. Aku mendapatkan info tersebut dari adik iparku yang sudah lebih dulu malang melintang di dunia mengajar mahasiswa. Setelah menjalani tes tulis dan lulus, proses wawancara berlangsung via telepon karena pada saat tersebut aku sedang berada di Yogyakarta dalam rangka mudik lebaran. Alhamdulillah meski wawancara via telepon ternyata aku di terima juga sebagai CPNS. Terimakasih banyak untuk Pak Solihin yang bersedia mewawancara via telepon.
Meski sudah pindah kerja dari Bogor ke Ciputat aku tetap tinggal di Bogor, karena sudah beli rumah di Bogor. Tiap hari jarak Bogor Jakarta aku tempuh dengan bus Bogor Ciputat dengan waktu tempuh 2,5 termasuk waktu tunggu bus dan macet di Parung dan Pasar Ciputat.
Setelah menempuh prajabatan sebagai seorang dosen aku wajib menambah grade ku sebagai seorang master. Setelah pikir-pikir selama beberapa hari kemudian aku memutuskan untuk menempuh master di UGM yogyakarta, kota kelahiranku.
Selama 2 tahun tepat aku menyelesaikan pendidikanku di Gama Univ. Hal ini berkat 2 pemmbimbingku Dr. Budi MUlyaningsih dan Dr. drh. Sitti Rahmah Umniyati, dan dorongan yang terus menerus dari Prof. Susanto ( Kini beliau sudah tidak mengajar lagi karena serangan stroke yang melumpuhkan indra motorik). Terimakasih untuk yang tak terhingg kepada beliau bertiga. Serta doa dari ibu tercinta yang kini sudah berpulang ke Rahmatuallah, semoga beliau mendapatkan raudathul Jannah...Amin ya Robbal alamin...
Setelah gelar master ku dapat aku harus kembali ke pangkuan tugas sebagai dosen di UIN. Baru 4 bulan kembali ke tugas sebagai dosen, ada tawaran dari Bapak Pudek III (Pak Ahmad Gholib) untuk kesediaannya menempuh pendidikan lagi ke Jepang. Karena pingin maju dan memeproleh ilmu baru dengan semangat 45 dengan konsekuensi harus meningkatkan kemampuan berbahasa inggris tawaran itu kuterima. Meski ada riak kecil yang menghadang semangat ku..tapi berkat dorongan dari suami tercinta akhirnya aku berhasil juga melewat seleksi untuk bisa menempuh pendidikan di Jepang. Kota yang menerimaku sebagai PhD student adalah Nagasaki University, Institute Tropical Medicine. Pada hari di tulisnya blog ini aku baru menjalani kehidupanku selama hampir 8 bulan, dan sedang menjalani PhD course mulai april. Mudah-mudahan segalanya akan berjalan lancar dan tepat waktu juga.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar